Jawaban UTS Mikro





1. Nomor I (2) [kembali]
       Buatlah rangkaian interface input dan prinsip kerjanya !


       Untuk rangkaian Interface input yang dapat mengetahui suatu kondisi saklar (switsh) on atau off adalah seperti pada gambar 68. Rangkaian ini berbeda dengan rangkaian interface output pada IC 74LS374 diganti dengan IC buffer 74LS244. Dengan rancangan yang membuat output gerbang OR berlogika ‘0’ maka Data input saklar (1A1 s/d 1A4 dan 2A1 s/d 2A4) disalurkan ke output (1Y1 s/d 1 Y 4 dan 2 Y 1 s/d 2 Y 4) serta diteruskan ke mikroprosesor sebagai data input.

2. Nomor II (2) [kembali]
     


3. Nomor III (4)  [kembali]
       Buatlah rangkaian sistem minimum 8086 untuk aplikasi keypad dan Dot matrix, dan jelaskan prinsip kerjanya !


       Rangkaian sistemm 8086 ini dapat di ketahui pada pemasukkan nilai pada keypad ke IC yang dimana ooutput yang di tentukan pemasukkan nilai2 ping yang akan di buat oleh user atau pengguna pin tersebut jika tombol 2 di tekan maka akan switch off pada nomor 2 4 6 akan ter off dan on nomor 1 2 3 pada baris tesebut begitulah logika kerja pada keypad dan d teruskan keluar pada nilai IC input dan output di proses dan di tampilkan pada layar akan kelar angka 2 . jika mau mengirimkan nilai 1 maka sekuelnya 001 => 0010 => 1000 => 0001 => 0010 dst.

4. Nomor IV (4)  [kembali]
       Buatlah rangkaian aplikasi sistem minimum 8086 untuk kontrol suhu ruangan dengan display Dot matrix, dan jelaskan prinsip kerjanya !


       Rangkaian sistem ini 8086 yang di inputkankan oleh keypad yang dimana keypad roses scaning untuk membaca penekanan tombol pada matrix keypad 4×4 untuk mikrokontroler diatas dilakukan secara bertahap kolom demi kolom dari kolom pertama sampai kolom ke 4 dan baris pertama hingga baris ke 4. Program untuk scaning matrix keypad 4×4 dapat bermacam-macam, tapi pada intinya sama. Misal kita asumsikan keyapad aktif LOW (semua line kolom dan baris dipasang resistor pull-up) dan dihubungkan ke port mikrokontrolr dengan jalur kolom.
  • Mengirimkan logika Low untuk kolom 1 (Col1) dan logika HIGH untuk kolom yang lain kemudian membaca data baris, misal tombol SW1 ditekan maka data baris pertama (Row1) akan LOW sehingga data baris yang dibaca adalah 0111, atau tombol yang ditekan tombol SW5 maka data pada baris ke 2 akan LOW sehingga data yang terbaca 1011, atau tombol SW9 yang ditekan sehingga data yang terbaca 1101, atau tombol SW13 yang ditekan maka data yang dibaca adalah 1110 dan atau tidak ada tombol pada kolom pertama yang di tekan maka data pembacaan baris akan 1111.

  • Mengirimkan logika Low untuk kolom 2 (Col2) dan logika HIGH untuk kolom yang lain kemudian membaca data baris, misal tombol SW1 ditekan maka data baris pertama (Row1) akan LOW sehingga data baris yang dibaca adalah 0111, atau tombol yang ditekan tombol SW5 maka data pada baris ke 2 akan LOW sehingga data yang terbaca 1011, atau tombol SW9 yang ditekan sehingga data yang terbaca 1101, atau tombol SW13 yang ditekan maka data yang dibaca adalah 1110 dan atau tidak ada tombol pada kolom pertama yang di tekan maka data pembacaan baris akan 1111.

  • Mengirimkan logika Low untuk kolom 3 (Col3) dan logika HIGH untuk kolom yang lain kemudian membaca data baris, misal tombol SW1 ditekan maka data baris pertama (Row1) akan LOW sehingga data baris yang dibaca adalah 0111, atau tombol yang ditekan tombol SW5 maka data pada baris ke 2 akan LOW sehingga data yang terbaca 1011, atau tombol SW9 yang ditekan sehingga data yang terbaca 1101, atau tombol SW13 yang ditekan maka data yang dibaca adalah 1110 dan atau tidak ada tombol pada kolom pertama yang di tekan maka data pembacaan baris akan 1111.

  • Mengirimkan logika Low untuk kolom 4 (Col4) dan logika HIGH untuk kolom yang lain kemudian membaca data baris, misal tombol SW1 ditekan maka data baris pertama (Row1) akan LOW sehingga data baris yang dibaca adalah 0111, atau tombol yang ditekan tombol SW5 maka data pada baris ke 2 akan LOW sehingga data yang terbaca 1011, atau tombol SW9 yang ditekan sehingga data yang terbaca 1101, atau tombol SW13 yang ditekan maka data yang dibaca adalah 1110 dan atau tidak ada tombol pada kolom pertama yang di tekan maka data pembacaan baris akan 1111.

       Kemudian data pembacaan baris ini diolah sebagai pembacaan data penekanan tombol keypad. Sehingga tiap tombol pada matrix keypad 4×4 diatas dengan teknik scaning tersebut akan menghasilkan data penekanan tiap-tiap tombol sebagai berikut :
       SW1 = 0111 0111            SW9 = 0111 1101
       SW2 = 1011 0111            SW10 = 1011 1101
       SW3 = 1101 0111            SW11 = 1101 1101
       SW4 = 1110 0111            SW12 = 1110 1101
       SW5 = 0111 1011            SW13 = 0111 1110
       SW6 = 1011 1011            SW14 = 1011 1110
       SW7 = 1101 1011            SW15 = 1101 1110
       SW8 = 1110 1011            SW16 = 1110 1110

       Data port mikrokontroler, misalkan pada SW2 = 1011 0111 tersebut terbagi dalam nible atas dan nible bawah dimana data nible atas (1011) merupakan data yang kita kirimkan sedangkan data nible bawah (0111) adalah data hasil pembacaan penekanan tombol keypad SW2 pada proses scaning matrix keypad 4×4 diatas.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar